Menteri keuangan kembali merevisi perkiraan pertumbuhan menjadi minus 2,2-1,7%

drainagefulham.com December 18, 2020 0 Comments

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan pada tahun 2020 berada pada kisaran negatif, meski kontraksi lebih dalam yaitu minus 2,2 hingga minus 1,7 persen.

“Memang sedikit lebih baik dari rata-rata ASEAN atau negara-negara emerging market, tapi kita tetap waspada,” kata Menkeu saat konferensi pers virtual realisasi APBN per November 2020 di Jakarta, Senin.

Sebelumnya, Menkeu memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini berada pada kisaran minus 1,7 hingga minus 0,6 persen Berita Teknologi Terbaru

Secara total, pemerintah melakukan empat revisi pada 2020: minus 0,4 hingga 2,3 persen pada Mei-April, kemudian 0,4 persen hingga 1,0 persen pada Mei-Juni, minus 1,7 hingga minus 0,6 persen pada September-Oktober, dan minus 2,2 hingga minus 1,7 persen. di bulan Desember Kunci Jawaban Brain Out .

Menkeu menjelaskan, ketidakpastian yang tinggi akibat pandemi COVID-19 menyebabkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia oleh berbagai lembaga mengalami beberapa kali revisi.

Bank Pembangunan Asia (ADB) juga melakukan empat revisi terhadap perkiraan pertumbuhan ekonomi, dengan proyeksi terakhir minus 2,2 persen, sedangkan IMF melakukan tiga kali revisi, dengan proyeksi terakhir minus 1,5 persen.

Baca Juga : Lebah Madu dan Peternakan Lebah

Bank Dunia juga telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi sebanyak empat kali, dengan prakiraan minus 2,2 persen, sedangkan OECD juga merevisi proyeksi empat kali, dengan prakiraan minus 2,4 persen.

Untuk prospek tahun 2020, hanya konsumsi pemerintah yang diperkirakan tumbuh positif sebesar 0,3 persen, sedangkan indikator lainnya seperti konsumsi rumah tangga mencatatkan pertumbuhan negatif sebesar 2,7 hingga 2,4 persen.

Investasi diproyeksikan tumbuh negatif pada kisaran 4,5 hingga 4,4 persen, ekspor mengalami kontraksi 6,2 persen hingga 5,7 persen, dan impor juga diproyeksikan tumbuh negatif pada kisaran 15 persen hingga 14,3 persen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *